kata sun tzu, "yang menang perang memenangkan peperangan sebelum
pertempuran dimulai, yang kalah maju ke medan perang berharap bisa
menang"
Semangat memberikan kita tenaga untuk tetap berusaha
keras ketika menghadapi situasi yg sulit. Tapi itu saja tidak cukup.
Menghadapi tantangan dengan hanya berbekal semangat sama seperti orang
yang maju perang hanya berbekal harapan untuk menang. Semangat memberi
kita tenaga, tapi tidak memberi kita arah.
Aku selalu
menyemangati anak buah ku ketika menghadapi suatu tantangan, semua
pemimpin yg baik akan melakukan itu. Tapi itu karena aku lah yg memberi
arah kepada mereka. Semangat sangat penting bagi seorang prajurit, bagi
seorang anak buah, tapi itu tidak cukup bagi seorang pemimpin. Dan kita
adalah pemimpin, paling tidak untuk diri kita sendiri.
Untuk
memenangi dunia, semangat saja tidak cukup, sangat tidak cukup. Yang
kita lebih kita butuhkan dalam diri kita untuk mendorong kita menang
adalah "passion". Terus terang aku ga menemukan padan kata yg paling
tepat untuk kata ini jadi aku akan pakai kata itu dalam tulisan ini.
Passion
bukan hanya semangat, passion jauh lebih dalam dari itu. Passion adalah
ketertarikan, gairah, rasa dahaga, untuk memiliki sesuatu, untuk
mencapai sesuatu, untuk menjadi sesuatu sepenuh mungkin, sebaik mungkin.
passion mendorong kita untuk terus mencari bagaimana kita bisa lebih
baik, lebih unggul, lebih, lebih menguasai hal yg kita minati tersebut.
Kalau kita memiliki passion kita akan melihat tantangan sebagai sesuatu
hal yg menarik dan membuat hati kita semakin membara untuk
menghadapinya, bukan suatu beban yg harus kita pikul.
Passion
bukan hanya memberi kita tenaga, tapi juga arah, dan lebih jauh lagi,
rasa dahaga untuk selalu menjadi lebih baik lagi, untuk terus
mengevaluasi kinerja dan arah kita.
Passion berkaitan erat dengan
impian. Kita hanya benar-benar passionate terhadap hal yg benar-benar
kita minati, benar-benar kita impikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar