Menu

Selasa, 19 Agustus 2014

Open Source


Software atau perangkat lunak atau juga bisa di sebut program merupakan salah satu inti bagian terpenting dari sebuah komputer atau komponen atau alat elektronik lainnya yang membutuhkan bantuan software untuk mengoperasikannya. Di komputer ada sebuah software yang mana software tersebut berfungsi untuk mengoperasikan, menjalankan software lainnya dan mengatur alur input/output hardware yang biasa kita sebut sebagai sistem operasi (Operating System) di singkat menjadi OS.

Umumnya software sumber kodenya (source code) tertutup (close source) dikarenakan adanya masalah urusan bisnis dimana jika ditutup sumber kodenya akan menguntungkan pihak developer nya dalam hal mengkomersilkan software-nya karena dengan tertutupnya sumber kode software tersebut, menjadikan programmer atau developer lainnya tidak bisa menambahkan, mengurangi atau memodifikasi software tersebut selain dari programmer atau developer pembuatnya.
OS Windows misalnya kita mungkin bisa mengoperasikan, menambah atau memodifikasikan tema (theme) OS tersebut sesuai selera kita tetapi kita tidak bisa merubah alur kerja apa yang telah diterapkan oleh OS tersebut seperti arsitektur cara menjalankan software lainnya, arsitektur cara membaca hardware, kernel OS tersebut dan lain sebagainya yang menjadikan inti dari OS tersebut semuanya, kita tidak bisa menambahkan, mengurangi atau memodifikasikannya karena semua itu close source atau sumbernya tertutup.
Misalnya juga bagi Anda seorang programmer jika ingin membuat software atau program buatan Anda sendiri, Anda harus membeli SDK (Source Developer Kit) nya tersebut atau jika Anda seorang desktop programming yang membutuhkan sebuah intepreter untuk men-compile secara langsung dari source code yang Anda tulis menjadi serangkain software atau program yang dapat berjalan di OS. Intepreter itu seperti Visual Basic untuk bahasa basic, Borland Delphi/Embarcadero Delphi XE untuk bahasa delphi/pascal, dan lain sebagainya semua itu jika Anda ingin menggunakannya Anda diharuskan membelinya terlebih dahulu. Anda mungkin bisa membuat program dari interpreter tersebut tetapi Anda tidak bisa merubah, menambahkan atau memodifikasi interpreternya dikarenakan interpreter itu close source.
Kita dahulu untuk mendapatkan sumber kode (source code) yang gratis sulit sekali umumnya source code-nya berbayar jikapun ada yang gratis kebanyakan source code-nya terbilang kurang bagus atau ecek-ecek kita tidak bisa membangun sebuah sofware atau program yang luar biasa misalnya saja kita ingin membuat sebuah Operating System OS. Berbeda dengan sekarang sejak adanya Linux yang dibangun oleh Linus Torvalds kini OS sudah ada yang open source, juga dengan dukungan organisasi seperti OSI (Open Source Initiative), di Indonesia seperti AOSI (Asosiasi Open Source Indonesia), dan lain sebagainya open source sudah lebih dikenal dikalangan umum. Sebelum kita membahas tentang open source, kita harus mengetahui dahulu apa itu open source?
Definisi open source yang asli seperti tertuang dalam OSD (Open Source Definition) yaitu:
        Free Redistribution
        Source Code
        Derived Works
        Integrity of the Authors Source Code
        No Discrimination Against Persons or Groups
        No Discrimination Against Fields of Endeavor
        Distribution of License
        License Must Not Be Specific to a Product
        License Must Not Contaminate Other Software
Pengertian Open Source
Pengertian Open Source menurut organisasi.org adalah Open source software adalah istilah yang digunakan untuk software yang membuka/membebaskan source codenya untuk dilihat oleh orang lain dan membiarkan orang lain mengetahui cara kerja software tersebut dan sekaligus memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada pada software tersebut. Dan yang menarik dan salah satu keunggulannya adalah bahwa Open source software dapat diperoleh dan digunakan secara gratis tanpa perlu membayar lisensi. Biasanya orang mendapatkan software ini dari internet. Salah satu open source software yang terkenal yaitu Linux.
Sedangkan menurut id.wikipedia.org Open Source adalah Sumber terbuka (Inggris: open source) adalah sistem pengembangan yang tidak dikoordinasi oleh suatu individu / lembaga pusat, tetapi oleh para pelaku yang bekerja sama dengan memanfaatkan kode sumber (source-code) yang tersebar dan tersedia bebas (biasanya menggunakan fasilitas komunikasi internet). Pola pengembangan ini mengambil model ala bazaar, sehingga pola Open Source ini memiliki ciri bagi komunitasnya yaitu adanya dorongan yang bersumber dari budaya memberi, yang artinya ketika suatu komunitas menggunakan sebuah program Open Source dan telah menerima sebuah manfaat kemudian akan termotivasi untuk menimbulkan sebuah pertanyaan apa yang bisa pengguna berikan balik kepada orang banyak.
Pola Open Source lahir karena kebebasan berkarya, tanpa intervensi berpikir dan mengungkapkan apa yang diinginkan dengan menggunakan pengetahuan dan produk yang cocok. Kebebasan menjadi pertimbangan utama ketika dilepas ke publik. Komunitas yang lain mendapat kebebasan untuk belajar, mengutak-ngatik, merevisi ulang, membenarkan ataupun bahkan menyalahkan, tetapi kebebasan ini juga datang bersama dengan tanggung jawab, bukan bebas tanpa tanggung jawab.

OSI (Open Source Initiative) menjalankan organisasi untuk mempromosikan atau kampanye Open Source, dengan mengelola dan promosi Definisi Open Source, dan sertifikasi terhadap lisensi dan produk yang open source (kode terbuka). Definisi Open Source adalah revisi dari dokumen kebijakan milik distribusi Debian GNU/Linux. Dokumen ini menjelaskan lisensi­lisensi mana saja yang termasuk bebas. OSI menjelaskan ide dasar dari open source:
"Ide dasar dari open source sangat sederhana: Bilamana pemrogram dapat membaca, menyebarkan, dan memodifikasi kode sumber dari sebuah perangkat lunak, maka perangkat lunak itu akan berkembang. Masyarakat memakai, membuatnya lebih baik dan memperbaiki kelemahannya."
Jadi intinya pengertian open source itu merupakan suatu kode sumber (source code) yang terbuka yang mana kita diberikan kebebasan dalam menggunakannya, baik untuk dipelajari, ditambahkan, dikurangi, dimodifikasi atau direvisi ulang semua itu boleh dan bebas tanpa harus membayar royaliti kepada pembuat sebelumnya, akan tetapi bebas dalam artian disini bukan berati bebas sebebas-bebasnya tanpa ada pertanggungjawaban, bebas yang dimaksud di sini bebas dengan mempertanggungjawabkan secara bersama dan tidak menghilangkan hak cipta (copyright) pembuatnya.
contoh open source software
PHP
MySQL
Linux
Apache (web server)
perl
fetchmail



Open source” vs “software berbayar

Secara umum dari segi fungsi kedua jenis software ini sama berfungsi untuk memberikan kemudahan user dalam melakukan pekerjaannya akan tetapi terdapat sebuah garis jelas yang menggambarkan perbedaannya secara besar.
Software berbayar merupakan software yang dikembangkan oleh suatu perusahaan atau software house dengan tujuan tertentu yang mengharuskan user yang memanfaatkan fungsi dari software ini dengan membayarkan sejumlah uang.
Berbeda dengan software open source, software jenis ini biasanya dikembangkan oleh komunitas, ataupun institusi yang bergerak di bidang pendidikan yang memungkinkan user bebas untuk mendownload, mendistribusikan ulang, melihat source code, ataupun mengembangkannya lagi tanpa harus mengeluarkan biaya karena sofware jenis ini berlisensi General Public License (GPL).
Sekarang kita coba bandingkan kekuatan antara software berbayar dengan software open source

Kelebihan software berbayar
 :
1.    Software berbayar biasanya memiliki kemampuan yang powerfull karena dikembangkan dan dikerjakan oleh pengembang yang dibayar untuk membuat applikasi tertentu.
2.    Fitur dan hasil yang diberikan oleh software berbayar biasanya lebih baik dan lebih banyak.
3.    Software berbayar biasanya memiliki Grapich User Interface (GUI) yang mudah karena ditunjukkan untuk komersialisasi.

Kekurangan software berbayar :
1.    Harga yang dibayarkan untuk membeli software berbayar biasanyaa sangat mahal dan hanya sekali pakai.
2.    Jika terjadi error atau ada bug pada software yang dibeli , user harus menunggu update dari pengembang dan tidak bisa mendapatkan solusi secara langsung.
3.    User tidak bisa melihat source code dari software sehingga tidak bisa mengembangkan atau memperbaiki (khusu programer)

Bagaimana dengan kelebihan dan kekurangan software open source ?

Kelebihan software open source
 :
1.    Software open source yang biasanya dikembangkan oleh komunitas atau institusi non profit juga memiliki kemampuan yang sangat powerfull karena software dikembangkan secara bersama-sama sehingga masalah atau bug pada software cepat teratasi.
2.    Fitur dan kemampuan software open source sangat kompleks dan banyak karena bisa dikembangkan oleh siapa saja tanpa terkecuali.
3.    Software open source berlisensi GPL sehingga user tidak dikenakan biaya untuk mempergunakannya.

Kekurangan software open source :
GUI dari software biasanya kurang memuaskan untuk user yang awam.
Terkadang ada beberapa software open source yang tidak bisa menggantikan jenis software berbayar.
Software open source biasanya kurang diminati oleh user awam karena biasanya sulit dalam instalasi atau penggunaan.
Perbandingan beberapa software secara langsung.

Sistem Operasi (OS)
Open source : Linux (debian, ubuntu, mint, slackware, backtrack, open suse).
Software berbayar : Windows (XP, Vista, 7, 8), MacOs.



Photo/Image editor
Open source : GIMP, InkScape, Digikam, Abhishek’s GLIMPSE.
Software berbayar : Adobe Photoshop, Corel Draw.

Office editor
Open source : LibreOffice, OpenOffice.
Software berbayar : KingOffice, MsOffice (2003, 2007, 2010,2013).

Flow / Diagram
Open source : Dia, Umbrello.
Software berbayar : MsVisio.

Text Editor
Open source : Kwrite, Bluefish Editor.
Software berbayar : Notepad.



Kelemahan Open Source

Banyak komentar positif dilontarkan kepada program berbasis open source di masyarakat indonesia, selain opensource tidak menyalahi Undang-undang No 19 Tahun 2002 tentang HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) , dan idiom masyarakat bahwa opensource adalah program gratis tanpa ada lisensi berbayar serta karena open source dari arti dasarnya adalah kode yang terbuka, sehingga semua kode program aplikasi bisa dilihat, diedit dan diubah sesuai dengan kebutuhkan kita. Sehingga pemerintah Indonesia menggalakkan program EGOS.
Berikut ini kelemahan dari open source yang perlu untuk diketahui, hal ini untuk mengimbangi dan membuka wawasan masyarakat.
1.       Support Berbayar dan Langka
Satu keyakinan bahwa software tidak akan ada masalah adalah keliru, dan ini adalah sebuah bencana jika kita sudah memakai program opensource untuk semua infrastruktur yang besar, dan ketika itu menemukan hole atau bug yang tidak ada yang paham. Maka langkah yang mungkin ditempuh adalah : searching problem solving di forum-forum, tanya sana sini. Jika tidak ketemu juga, kita bisa-bisa harus menganggarkan dana yang tidak sedikit untuk mendatangkan jasa konsultan dari pakar opensource tersebut.
Karena sebenarnya opensource adalah sebuah modem bisnis yang berbeda dari software berbayar di awal dan dibatasi sebuah aturan lisensi.
Mungkin untuk skala kecil, anda tidak akan merasakan impact yang diakibatkan. Namun jika sudah melibatkan sistem yang sudah ada, data-data penting, kadang-kadang manajemen biasanya tidak akan ambil pusing, mending mencari yang berbayar sedikit mahal diawal, tetapi ada jaminan support dan problem solving yang akuntabel dari vendor. Dari pada mengorbankan data-data dan infrastruktur yang sudah terinstall hanya karena berorientasi penghematan dana di awal.
2.       Versi Beta, Stabil dan unstabil.
Open source sangat erat kaitannya dengan versi dan kestabilan kualitas softwarenya, ini merupakan celah besar yang ditinggalkan baik disengaja atau tidak disengaja. Kepastian stabil dan tidak stabil kadang menjadi keraguan pilihan para petinggi IT untuk memilih software opensource.
Bayangkan saja, versi software yang terinstall di server anda statusnya masih unstable, bisa dibayangkan bisa terjadi apa-apa. Dan patch-nya harus menunggu orang yang sukarela membetulkan masalah yang terjadi itu.
Dengan sifat yang terbuka ini, maka tidak menutup kemungkinan bila aplikasi-aplikasi yang dikembangkan di sistem operasi open source membawa virus. Ini salah satu kelemahan dari OS yang sifatnya open source.
3.       Kerja Komunitas bukan profesional.
Beberapa software dikembangkan oleh sebuah komunitas yang mempunya tujuan khusus, jaminan dan kepercayaan kualitas produk hasil perlu dicompare dengan produk komersil yang jauh lebih mumpuni dari segala sisi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar