Gw jadi ingat beberapa cuplikan pembicaraan yg pernah gw dengar
sebelumnya "lu sih enak, gw sih gw ga bisa sante sama bos gw, harus
kerja keras terus" dan berbagai oborolan senada.
Kali ini gw mau merenung sebentar, "kenapa sih gw harus bekerja keras?"
guru
agama gw dulu pernah bilang: "bekerja dengan ikhlas demi Allah, maka
balasannya juga akan datang dari Allah. Jangan bekerja hanya demi
pendapatan dari bos/pelanggan karena sesungguhnya rezeki itu dari Allah
datangnya"
terus bos gw juga pernah bilang: "lu ga kerja baik sih gw
ga rugi, gw masih banyak investasi lain. lu sendiri yg bakal rugi. lu
kerja baik juga lu sendiri yg bakal untung koq"
Kalo dipikir2,
kalo kita kerja keras, kerja bagus, produktif, track record kita,
reputasi kita, kepercayaan orang terhadap kita, bargaining position kita
kan membaik juga.
Dalam lingkungan ekonomi yg relatif liberal,
bisnis dan pekerjaan itu pada dasarnya urusan suka sama suka. Kita bisa
memilih untuk tidak berbisnis kalau kita tidak merasa mendapat manfaat
dari bisnis tersebut, kalau kita pegawai, kita bisa memilih untuk tidak
bekerja di perusahaan yg menurut kita tidak membawa manfaat yg berarti
bagi kita. Sebaliknya orang lain pun bisa memilih untuk tidak berbisnis
dengan kita kalau mereka tidak merasa atau percaya bahwa kita bermanfaat
bagi mereka.
Seperti orang pacaran, orang yg menarik dan asik
akan lebih banyak peminatnya, sehingga lebih mudah menentukan dengan
siapa dia mau pacaran, orang yang ga asik dan ga menarik susah cari
pacar. sad but true, hukum alam. Dan biasanya buat mendapatkan pasangan
yg menarik kita semua berusaha bersaing memberi "penawaran" yg lebih
menarik dan asik sehingga dia mau sama kita.
kalo kita analogikan
ke bisnis/profesi kalau seseorang produktivitasnya bagus, track
recordnya bagus sehingga orang berani mempercayaiNYA, tentu akan banyak
yang ingin berbisnis dengan dia, dan semua pasti akan berusaha memberi
penawaran yg lebih asik, lebih menarik agar orang tersebut mau berbisnis
dengan mereka. Coba aja lihat pemain2 bola yang jago2 club2 biasanya
berlomba kasih penawaran yg lebih baik supaya dia mau pindah ke club
mereka.
Kalau bekerja hanya demi penghasilan dari bos atau
pelanggan, kita membatasi kesempatan kita sendiri untuk mendapatkan
rezeki. Ibaratnya pacaran, kita membatasi ganteng/cantiknya kita hanya
sebatas nyenengin pacar aja.
Kalau kita bekerja sebaik2nya tanpa
membatasi diri hanya kalau dikejar2 bos atau pelanggan, orang akan
semakin tertarik untuk berbisnis dengan kita. Kita membuka peluang diri
kita sendiri untuk mendapat rezeki yang lebih luas lagi, baik itu
datangnya dari bos/pelanggan kita yg semakin merasakan manfaat berbisnis
dengan kita, atau dari orang2 lain yang menjadi tertarik untuk
berbisnis dengan kita
Jangan batasi kesempatan diri sendiri untuk mendapatkan rizki :)
Kalau
kita bekerja dengan niat bekerja sebaik2nya karena Allah sudah
menciptakan dunia yg sebaik2nya, bukan membatasi diri kita hanya karena
dikejer2 bos atau takut diomelin pelanggan, maka kita juga membuka
kesempatan bagi diri kita untuk menerima rezeki yg lebih luas dari
allah, jalan datangnya rezeki itu bahkan mungkin datang dari arah yg
tidak terpikirkan oleh kita sebelumnya :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar