Menu

Rabu, 28 Agustus 2013

Bekerja Keras dari Hati bukan karena Boss !

Gw jadi ingat beberapa cuplikan pembicaraan yg pernah gw dengar sebelumnya "lu sih enak, gw sih gw ga bisa sante sama bos gw, harus kerja keras terus" dan berbagai oborolan senada.

Kali ini gw mau merenung sebentar, "kenapa sih gw harus bekerja keras?"

guru agama gw dulu pernah bilang: "bekerja dengan ikhlas demi Allah, maka balasannya juga akan datang dari Allah. Jangan bekerja hanya demi pendapatan dari bos/pelanggan karena sesungguhnya rezeki itu dari Allah datangnya"
terus bos gw juga pernah bilang: "lu ga kerja baik sih gw ga rugi, gw masih banyak investasi lain. lu sendiri yg bakal rugi. lu kerja baik juga lu sendiri yg bakal untung koq"

Kalo dipikir2, kalo kita kerja keras, kerja bagus, produktif, track record kita, reputasi kita, kepercayaan orang terhadap kita, bargaining position kita kan membaik juga.

Dalam lingkungan ekonomi yg relatif liberal, bisnis dan pekerjaan itu pada dasarnya urusan suka sama suka. Kita bisa memilih untuk tidak berbisnis kalau kita tidak merasa mendapat manfaat dari bisnis tersebut, kalau kita pegawai, kita bisa memilih untuk tidak bekerja di perusahaan yg menurut kita tidak membawa manfaat yg berarti bagi kita. Sebaliknya orang lain pun bisa memilih untuk tidak berbisnis dengan kita kalau mereka tidak merasa atau percaya bahwa kita bermanfaat bagi mereka.

Seperti orang pacaran, orang yg menarik dan asik akan lebih banyak peminatnya, sehingga lebih mudah menentukan dengan siapa dia mau pacaran, orang yang ga asik dan ga menarik susah cari pacar. sad but true, hukum alam. Dan biasanya buat mendapatkan pasangan yg menarik kita semua berusaha bersaing memberi "penawaran" yg lebih menarik dan asik sehingga dia mau sama kita.

kalo kita analogikan ke bisnis/profesi kalau seseorang produktivitasnya bagus, track recordnya bagus sehingga orang berani mempercayaiNYA, tentu akan banyak yang ingin berbisnis dengan dia, dan semua pasti akan berusaha memberi penawaran yg lebih asik, lebih menarik agar orang tersebut mau berbisnis dengan mereka. Coba aja lihat pemain2 bola yang jago2 club2 biasanya berlomba kasih penawaran yg lebih baik supaya dia mau pindah ke club mereka.

Kalau bekerja hanya demi penghasilan dari bos atau pelanggan, kita membatasi kesempatan kita sendiri untuk mendapatkan rezeki. Ibaratnya pacaran, kita membatasi ganteng/cantiknya kita hanya sebatas nyenengin pacar aja.

Kalau kita bekerja sebaik2nya tanpa membatasi diri hanya kalau dikejar2 bos atau pelanggan, orang akan semakin tertarik untuk berbisnis dengan kita. Kita membuka peluang diri kita sendiri untuk mendapat rezeki yang lebih luas lagi, baik itu datangnya dari bos/pelanggan kita yg semakin merasakan manfaat berbisnis dengan kita, atau dari orang2 lain yang menjadi tertarik untuk berbisnis dengan kita

Jangan batasi kesempatan diri sendiri untuk mendapatkan rizki :)

Kalau kita bekerja dengan niat bekerja sebaik2nya karena Allah sudah menciptakan dunia yg sebaik2nya, bukan membatasi diri kita hanya karena dikejer2 bos atau takut diomelin pelanggan, maka kita juga membuka kesempatan bagi diri kita untuk menerima rezeki yg lebih luas dari allah, jalan datangnya rezeki itu bahkan mungkin datang dari arah yg tidak terpikirkan oleh kita sebelumnya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar