Strategi 2 Kepung Wei untuk menyelamatkan Zhao. Ketika musuh terlalu kuat untuk diserang, seranglah sesuatu yang berharga yang dimilikinya. Ketahui bahwa musuh tidak selalu kuat di semua hal. Entah dimana, pasti ada celah di antara senjatanya, kelemahan pasti dapat diserang. Dengan kata lain, anda dapat menyerang sesuatu yang berhubungan atau dianggap berharga oleh musuh untuk melemahkannya secara psikologis.
Strategi 3 Pinjam tangan seseorang untuk membunuh. (Bunuh
dengan pisau pinjaman.) Serang dengan menggunakan kekuatan pihak lain (karena
kekuatan yang minim atau tidak ingin menggunakan kekuatan sendiri). Perdaya
sekutu untuk menyerang musuh, sogok aparat musuh untuk menjadi pengkhianat,
atau gunakan kekuatan musuh untuk melawan dirinya sendiri.
Strategi 4 Buat musuh kelelahan sambil menghemat tenaga.
Adalah sebuah keuntungan, merencanakan waktu dan tempat pertempuran. Dengan
cara ini, anda akan tahu kapan dan di mana pertempuran akan berlangsung,
sementara musuh anda tidak. Dorong musuh anda untuk menggunakan tenaga secara
sia-sia sambil anda mengumpulkan/menghemat tenaga. Saat ia lelah dan bingung,
anda dapat menyerangnya.
Strategi 5 Gunakan kesempatan saat terjadi kebakaran untuk
merampok lainnya. (Merampok sebuah rumah yang terbakar.) Saat sebuah negara
mengalami konflik internal, ketika terjangkit penyakit dan kelaparan, ketika
korupsi dan kejahatan merajalela, maka ia tidak akan bisa menghadapi ancaman
dari luar. Inilah waktunya untuk menyerang.
Strategi 6 Berpura-pura menyerang dari timur dan
menyeranglah dari barat. Pada tiap pertempuran, elemen dari sebuah kejutan
dapat menghasilkan keuntungan ganda.
Bahkan ketika berhadapan langsung dengan musuh, kejutan masih dapat
digunakan dengan melakukan penyerangan saat mereka lengah. Untuk melakukannya,
anda harus membuat perkiraan akan apa yang ada dalam benak musuh melalui sebuah
tipu daya.
Bab 2. Strategi Berhadapan dengan Musuh Strategi 7 Buatlah
sesuatu untuk hal kosong. Anda menggunakan tipu daya yang sama dua kali.
Setelah breaksi terhadap tipuan pertama dan –biasanya- kedua, musuh akan
ragu-ragu untuk bereaksi pada tipuan yang ketiga. OLeh karenanya, tipuan ketiga
adalah serangan sebenarnya untuk menangkap musuh saat pertahanannya lemah.
Strategi 8 Secara rahasia pergunakan lintasan Chen Chang.
(Perbaiki jalan utama untuk mengambil jalan lain.) Serang musuh dengan dua
kekuatan konvergen. Yang pertama adalah serangan langsung, sesuatu yang sangat
jelas dan membuat musuh mempersiapkan pertahanannya. Yang kedua secara tidak
langsung, sebuah serangan yang menakutkan, musuh tidak mengira dan membagi
kekuatannya sehingga pada saat-saat terakhir mengalami kebingungan dan kemalangan.
Strategi 9 Pantau api yang terbakar sepanjang sungai. Tunda
untuk memasuki wilayah pertempuran sampai seluruh pihak yang bertikai mengalami
kelelahan akibat pertempuran yang terjadi antar mereka. Kemudian serang dengan
kekuatan penuh dan habiskan.
Strategi 10 Pisau tersarung dalam senyum. Puji dan jilat
musuh anda. Ketika anda mendapat kepercayaan darinya, anda bergerak melawannya
secara rahasia.
Strategi 11 Pohon prem berkorban untuk pohon persik.
(Mengorbankan perak untuk mempertahankan emas.) Ada suatu keadaan dimana anda
harus mengorbankan tujuan jangka pendek untuk mendapatkan tujuan jangka
panjang. Ini adalah strategi kambing hitam dimana seseorang akan dikorbankan
untuk menyelamatkan yang lain.
Strategi 12 Mencuri kambing sepanjang perjalanan (Ambil
kesempatan untuk mencuri kambing.) Sementara tetap berpegang pada rencana, anda
harus cukup fleksibel untuk mengambil keuntungan dari tiap kesempatan yang ada
sekecil apapun.
Bab 3. Strategi Penyerangan Strategi 13 Kagetkan ular dengan
memukul rumput di sekitarnya. Ketika anda tidak mengetahui rencana lawan secara
jelas, serang dan pelajari reaksi lawan. Perilakunya akan membongkar
strateginya.
Strategi 14 Pinjam mayat orang lain untuk menghidupkan
kembali jiwanya. (Menghidupkan kembali orang mati.) Ambil sebuah lembaga,
teknologi, atau sebuah metode yang telah dilupakan atau tidak digunakan lagi
dan gunakan untuk kepentingan diri sendiri. Hidupkan kembali sesuatu dari masa
lalu dengan memberinya tujuan baru atau terjemahkan kembali, dan bawa ide-ide lama,
kebiasaan, dan tradisi ke kehidupan sehari-hari.
Strategi 15 Giring macan untuk meninggalkan sarangnya.
Jangan pernah menyerang secara langsung musuh yang memiliki keunggulan akibat
posisinya yang baik. Giring mereka untuk meninggalkan sarangnya sehingga mereka
akan terjauh dari sumber kekuatannya.
Strategi 16 Pada saat menangkap, lepaslah satu orang. Mangsa
yang tersudut biasanya akan menyerang secara membabi buta. Untuk mencegah hal
ini, biarkan musuh percaya bahwa masih ada kesempatan untuk bebas. Hasrat
mereka untuk menyerang akan teredam dengan keinginan untuk melarikan diri.
Ketika pada akhirnya kebebasan yang mereka inginkan tersebut tak terbukti,
moral musuh akan jatuh dan mereka akan menyerah tanpa perlawanan.
Strategi 17 Melempar Batu Bata untuk mendapatkan Giok.
Persiapkan sebuah jebakan dan perdaya musuh anda dengan umpan. Dalam perang,
umpan adalah ilusi atas sebuah kesempatan untuk memperoleh hasil. Dalam
keseharian, umpan adalah ilusi atas kekayaan, kekuasaan, dan sex.
Strategi 18 Kalahkan musuh dengan menangkap pemimpinnya.
Jika tentara musuh kuat tetapi dipimpin oleh komandan yang mengandalkan uang
dan ancaman, maka ambil pemimpinnya. Jika komandan mati atau tertangkap maka
sisa pasukannya akan terpecah belah atau akan lari ke pihak anda. Akan tetapi
jika pasukan terikat atas sebuah loyalitas terhadap pimpinannya, maka
berhati-hatilah, pasukan akan dapat melanjutkan perlawanan dengan motivasi
balas dendam.
Bab 4. Strategi Chaos/Kekacauan Strategi 19 Jauhkan kayu
bakar dari tungku masak. (Lepaskan pegangan kayu dari kapaknya.) Ketika
berhadapan dengan musuh yang sangat kuat untuk menghadapinya secara langsung
anda harus melemahkannya dengan meruntuhkan pondasinya dan menyerang
sumberdayanya.
Strategi 20 Memancing di air keruh. Sebelum menghadapi
pasukan musuh, buatlah sebuah kekacauan untuk memperlemah persepsi dan
pertimbangan mereka. Buatlah sesuatu yang tidak biasa, aneh, dan tak
terpikirkan sehingga menimbulkan kecurigaan musuh dan mengacaukan pikirannya.
Musuh yang bingung akan lebih mudah untuk diserang.
Strategi 21 Lepaskan kulit serangga. (Penampakan yang salah
menipu musuh.) Ketika anda dalam keadaan tersudut, dan anda hanya memiliki
kesempatan untuk melarikan diri dan harus mengonsolidasi kelompok, buatlah
sebuah ilusi. Sementara perhatian musuh terfokus atas muslihat yang anda
lakukan, pindahkan pasukan anda secara rahasia di belakang muka anda yang
terlihat.
Strategi 22 Tutup pintu untuk menangkap pencuri. Jika anda
memiliki kesempatan untuk menangkap seluruh musuh maka lakukanlah, sehingga
dengan demikian pertempuran akan segera berakhir. Membiarkan musuh untuk lepas
akan menanam bibit dari konflik baru. Akan tetapi jika mereka berhasil
melarikan diri, berhati-hatilah dalam melakukan pengejaran.
Strategi 23 Berteman dengan negara jauh dan serang negara
tetangga. Jamak diketahui bahwa negara yang berbatasan satu sama lain menjadi
musuh sementara negara yang terpisah jauh merupakan sekutu yang baik. Ketika
anda adalah yang terkuat di sebuah wilayah, ancaman terbesar adalah dari terkuat
kedua di wilayah tersebut, bukan dari yang terkuat di wilayah lain.
Strategi 24 Cari lintasan aman untuk menjajah Kerajaan Guo.
Pinjam sumberdaya sekutu untuk menyerang musuh bersama. Sesudah musuh
dikalahkan, gunakan sumberdaya tersebut untuk menempatkan sekutu anda pada
posisi pertama –untuk diserang.
Bab 5 Strategy 25 Gantikan balok dengan kayu jelek. Kacaukan
formasi musuh, ganggu metode operasinya, ubah aturan-aturan yang digunakannya,
buatlah sebuah hal yang berlawanan dengan latihan standarnya. Dengan cara ini
anda telah meruntuhkan tiang-tiang pendukung yang dibutuhkan oleh musuh dalam
membangun pasukan yang efektif.
Strategi 26 Lihat pada pohon murbei dan ganggu ulatnya.
Untuk mendisiplinkan, mengontrol, dan mengingatkan suatu pihak yang status atau
posisinya di luar konfrontasi langsung; gunakan analogi atau sindiran. Tanpa
langsung menyebut nama, pihak yang tertuduh tidak akan dapat memukul balik
tanpa keberpihakan yang jelas.
Strategi 27 Pura-pura menjadi seekor babi untuk memakan
macan. (Bergaya bodoh.) Sembunyi di balik topeng ketololan, mabuk, atau gila
untuk menciptakan kebingungan atas tujuan dan motivasi anda. Giring lawan anda
ke dalam sikap meremehkan kemampuan anda sampai pada akhirnya terlalu yakin
akan diri sendiri sehingga menurunkan level pertahanannya. Pada situasi ini
anda dapat menyerangnya.
Strategi 28 Jauhkan tangga ketika musuh telah sampai di atas
(Seberangi sungai dan hancurkan jembatan.) Dengan umpan dan tipu muslihat
giring musuh anda ke dalam daerah berbahaya. Kemudian putus jalur komunikasi
dan jalan untuk melarikan diri. Untuk menyelamatkan dirinya, dia harus
bertarung dengan kekuatan anda dan sekaligus elemen alam.
Strategi 29 Hias pohon dengan bunga palsu. Menempelkan
kembang sutera di atas pohon memberikan sebuah ilusi bahwa pohon tersebut
sehat. Dengan menggunakan muslihat dan penyamaran akan membuat sesuatu yang tak
berarti tampak berharga; tak mengancam kelihatan berbahaya; bukan apa-apa
kelihatan berguna.
Strategi 30 Buat tuan rumah dan tamu bertukar tempat.
Kalahkan musuh dari dalam dengan menyusup ke dalam benteng lawan di bawah
muslihat kerjasama, penyerahan diri, atau perjanjian damai. Dengan cara ini
anda akan menemukan kelemahan dan kemudian saat pasukan musuh sedang
beristirahat, serang secara langsung ke jantung pertahanannya.
Bab 6 Strategi Kalah Strategi 31 Jebakan indah. (jebakan
bujuk rayu, gunakan seorang perempuan untuk menjebak seorang laki-laki.) Kirim
musuh anda perempuan-perempuan cantik yang akan menyebabkan perselisihan di
basis pertahanannya. Strategi ini dapat bekerja pada tiga tingkatan. Pertama,
penguasa akan terpesona oleh kecantikannya sehingga akan melalaikan tugasnya
dan tingkat kewaspadaannya akan menurun. Kedua, para laki-laki akan menunjukkan
sikap agresifnya yang akan menyulut perselisihan kecil di antara mereka,
menyebabkan lemahnya kerjasama dan jatuhnya semangat. Ketiga, para perempuan
akan termotivasi oleh rasa cemburu dan iri, sehingga akan membuat intrik yang
pada gilirannya akan semakin memperburuk situasi.
Strategi 32 Kosongkan benteng. (Jebakan psikologis, benteng
yang kosong akan membuat musuh berpikir bahwa benteng tersebut penuh dengan
jebakan.) Ketika musuh kuat dalam segi jumlah dan situasinya tidak menuntungkan
bagi diri anda, maka tanggalkan seluruh muslihat militer dan bertindaklah
seperti biasa. Jika musuh tidak mengetahui secara pasti situasi anda, tindakan
yang tidak biasanya ini akan meningkatkan kewaspadaan. Dengan sebuah
keberuntungan, musuh akan mengendorkan serangan.
Strategi 33 Biarkan mata-mata musuh menyebarkan konflik di
wilayah pertahanannya. (Gunakan mata-mata musuh untuk menyebarkan informasi
palsu.) Perlemah kemampuan tempur musuh anda dengan secara diam-diam membuat
konflik antara musuh dan teman, sekutu, penasihat, komandan, prajurit, dan
rakyatnya. Sementara ia sibuk untuk menyelesaikan konflik internalnya,
kemampuan tempur dan bertahannya akan melemah.
Strategi 34 Lukai diri sendiri untuk mendapatkan kepercayaan
musuh. (Masuk pada jebakan; jadilah umpan.) Berpura-pura terluka akan
mengakibatkan dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, musuh akan bersantai
sejenak oleh karena dia tidak melihat anda sebagai sebuah ancaman serius. Yang
kedua adalah jalan untuk menjilat musuh anda dengan berpura-pura luka oleh
sebab musuh merasa aman.
Strategi 35 Ikat seluruh kapal musuh secara bersamaan
(Jangan pernah bergantung pada satu strategi.) Dalam hal-hal penting, seseorang
harus menggunakan beberapa strategi yang dijalankan secara simultan. Tetap
berpegang pada rencana berbeda-beda yang dijalankan pada sebuah skema besar;
dengan cara ini, jika satu strategi gagal, anda masih memiliki beberapa
strategi untuk tetap maju.
Strategi 36 Selain dari semua hal di atas, salah satu yang
paling dikenal adalah strategi ke 36: lari untuk bertempur di lain waktu. Hal
ini diabadikan dalam bentuk peribahasa Cina: ”Jika seluruhnya gagal, mundur”
Jika keadaannya jelas bahwa seluruh rencana aksi anda akan mengalami kegagalan,
mundurlah dan konsolidasi pasukan. Ketika pihak anda mengalami kekalahan hanya
ada tiga pilihan: menyerah, kompromi, atau melarikan diri. Menyerah adalah
kekalahan total, kompromi adalah setengah kalah, tapi melarikan diri bukanlah
sebuah kekalahan. Selama anda tidak kalah, anda masih memiliki sebuah
kesempatan untuk menang!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar